Health n' Beauty

Jerawat Punggung

Sebagian besar perempuan rasanya pernah mendapati wajahnya dihinggapi jerawat. Ternyata jerawat juga bisa muncul di punggung. Meski kasusnya tak sebanyak diwajah, penanganan yang tak tepat bisa sebabkan masalah baru. Penyebab munculnya jerawat di punggung yaitu penggunaan bedak dan alas bedak yang tidak dibarengi pembersih yang intens.

Jerawat berasal dari komedo, dimana kelenjar minyak yang diproduksi setiap hari bila tidak dibersihkan akan menimbun dan membentuk komedo. permukaan kulit kotor memudahkan bakteri masuk dan terjadi peradangan. Komedo yang menonjol dan memerah disebut jerawat. Wajah, dada, punggung dan lengan atas merupakan tempat jerawat biasa muncul karena kelenjar minyak banyak diproduksi di daerah tersebut. Munculnya jerawat selalu diawali dengan komedo, berlanjut pada papul (bintik kemerahan), pusutl (bintik-bintik bernanah), nodus (bintik besar), kista (berisi cairan nanah).

Jerawat punggung muncul bertahap dalam kurun waktu lama. Kemunculannya memenuhi 4 keadaaan berikut :

  1. Proses pembentukan dan pelepasan se l kulit mati yang terganggu pada folikel kelenjar minyak dan akar rambut.
  2. Produksi minyak berlebihan.
  3. Bertumbuh banyaknya jumlah mikroba propionibacterium acnes.
  4. Pelepasan mediator peradangan ke dalam folikel.

Jika salah satu keadaan tersebut tak terpenuhi, jerawat tak akan muncul. Faktor Internal adalah genetik dan hormonal. Jerawat punggung biasa didapati pada jenis kulit berminyak dan kulit sensitif mudah berjerawat. Faktor Eksternal meliputi pola makan, gaya hidup, tingkat stres, penggunaan kosmetik yang tidak tepat. Jerawat punggung meski dapat bertambah, bukan lantaran sifatnya yang menyebar, tapi karena kelenjar minyak yang terus berproduksi dan akibat perlakuan kita yang tidak tepat, misalnya penggunaan scrub bertekstur terlalu kasar ataupun jerawat digaruk. Tak jarang, muncul komplikasi berupa jaringan parut, seperti lubang pada kulit, bekas menghitam, ataupun keloid. Bisa pula melebihi permasalahan awalnya, yakni jerawat. “Bisa terjadi infeksi sekunder bila jerawat dipencet-pencet dengan cara yang tidak higienis, yaitu masuknya atau ikut berperanntya bakteri lain yang menambah berat jerawat. Kuman tersebut bisa menumpang hingga menjadi infeksi yang lebih berat.

Kurangi Gejala. Pertama, obat oles dengan efek samping kulit kering, bersisi, merah, rasa panas, dan gatal. Sebenarnya, kondisi kulit kering merupakan hal yang dituju agar sumbatan mudah lepas, tapi untuk penderita, kulit akan terasa kaku dan kencang. Oleh karena itu, pengobatan tidak boleh terlalu agresif untuk membuat kulit kering, tapi yang penting menghilangkan peradangan dulu. Kedua, obat minum, sebaiknya diberikan jika jerawat sudah dalam keadaaan berat, mulai fase pustul hingga kista. Dan ketiga, kombinasi obat oles dan obat minum.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: